Surah Al-Insan : Ayat 1
هَلْ أَتَىٰ عَلَى ٱلْإِنسَٰنِ حِينٌ مِّنَ ٱلدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْـًٔا مَّذْكُورًا
"Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?"
Tafsir Ringkas Kemenag
Surah ini diawali dengan peringatan kepada manusia tentang kehadirannya di pentas bumi sekaligus menjelaskan tentang tujuan penciptaannya. Bukankah, yaitu sungguh, pernah datang kepada manusia waktu dari masa yaitu sebelum ia diciptakan, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut' ketika itu manusia dalam ketiadaan, jangankan wujudnya, namanya pun belum ada. 2. Proses awal penciptaan manusia ditegaskan pada ayat ini. Sungguh, kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yaitu dari sperma laki-laki dan indung telur perempuan yang tujuan utamanya kami hendak mengujinya dengan berbagai perintah dan larangan, karena itu kami jadikan dia mendengar dengan telinganya dan melihat dengan matanya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-3 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan keadaan manusia, bahwa Dia telah menciptakan dan mengadakannya padahal sebelumnya dia bukanlah merupakan sesuatu yang disebut karena terlalu kehinaan dan keiemahannya. Jadi Allah SWT berfirman: (Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedangkan dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (1)) Kemudian hal itu dijelaskan, lalu Dia berfirman: (Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur) yaitu bercampur. Kata “Al-masyju” dan “Al-masyij” yaitu sesuatu yang sebagian darinya bercampur dengan sebagian lain. Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya SWT: (dari setetes mani yang bercampur) yaitu air mani laki-laki dan air perempuan jika bertemu dan bercampur, kemudian tahap demi tahap berpindah dari suatu keadaan kepada keadaan lain dan dari suatu warna ke warna lain. Demikian juga dikatakan Ikrimah, Mujahid, Al-Hasan, dan Ar-Rabi' bin Anas, bahwa kata “Al-amsyaj” yaitu bercampurnya air mani laki-laki dan air perempuan. Firman Allah: (yang Kami hendak mengujinya) yaitu, Kami hendak mencobanya. Sebagaimana firmanNya: (supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya) (Surah Hud: 2) (karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat) yaitu Kami menjadikan untuknya pendengaran dan penglihatan sebagai sarana baginya untuk melakukan ketaatan dan kedurhakaan. Firman Allah: (Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus) yaitu Kami menerangkan, menjelaskan kepadanya, dan Kami menjadikan dia dapat melihatnya. Sebagaimana firmanNya: (Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk itu) (Surah Fushshilat: 17) dan (Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (10)) (Surah Al-Balad) yaitu Kami menerangkan kepadanya jalan kebaikan dan jalan keburukan. Ini menurut suatu pendapat ulama’ dan Mujahid yang terkenal darinya dan mayoritas ulama. Firman Allah: (ada yang bersyukur dan adapula yang kafir) menjadi manshub sebagai haal dari dhamir “ha’” yang ada pada firmanNya: (Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus) Bentuknya adalah “Maka dia dalam hal ini ada yang celaka dan ada yang berbahagia” Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, dari Abu Malik Al-Asy'ari, dia berkata yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:”Semua orang akan pergi, maka apakah dia menjual dirinya yang berarti membinasakannya ataukah memerdekakannya?”
Tafsir As-Sa'di
1. Dalam surat ini Allah menjelaskan kondisi di masa awal, pertengahan, dan akhir manusia. Allah menjelaskan bahwa manusia telah melewati masa yang panjang sebelum keberadaannya pada saat manusia belum ada, bahkan belum dikenal.
Tafsir Al-Wajiz
1. Sudah pernah datang kepada manusia (anak adam) sebuah waktu di mana pada waktu itu segala sesuatu belum ada nama untuk menyebutnya. Dimana berawal dari setetes mani, kemudian menjadi segumpal darah, kemudian menjadi gumpalan daging, sehingga ditiupkan ruh, sampai bisa menjadi manusia yang sempurna. Fungsi hal yang bermakna apakah di sini adalah bermaksud mengungkapkan makna qad yang bermakna menegaskan kebenaran apa yang terjadi setelah itu