Surah At-Tahrim : Ayat 1
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَآ أَحَلَّ ٱللَّهُ لَكَ ۖ تَبْتَغِى مَرْضَاتَ أَزْوَٰجِكَ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

"Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"

Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah pada surah sebelumnya Allah menyapa nabi tentang hukum dan etika menceraikan istri, pada awal surah ini Allah menyapa, 'wahai nabi! mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu dengan bersumpah tidak akan pernah minum madu setelah minum madu di rumah zainab binti jahsy, salah seorang istrimu, dan tidak akan pernah melakukan hubungan suami istri dengan mariyah al-qib'iyyah, setelah berhubungan di rumah hafsah' hanya karena engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimu, terutama hafsah dan '''isyah'' dan Allah maha pengampun, maha penyayang kepada siapa saja yang bertobat, termasuk dua istri nabi, yaitu hafsah dan '''isyah. 2. Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada nabi untuk membatalkan sumpah beliau mengharamkan minum madu dan berhubungan dengan salah seorang istri beliau, mariyah al-qib'iyyah. 'sungguh, Allah telah mewajibkan kepada kamu, wahai nabi untuk membebaskan diri dari sumpah kamu untuk tidak akan minum madu dan tidak akan berhubungan dengan istri dengan membayar kafarat; dan Allah adalah pelindungmu, wahai nabi dari segala keadaan yang tidak menyenangkan dan dia maha mengetahui, semua yang dirahasiakan manusia; mahabijaksana dalam menilai perbuatan mereka. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-5 Para ulama berbeda pendapat tentang asbabun nuzul tentang permulaan surah ini. Dikatakan bahwa diturunkan tentang dengan peristiwa Mariyah, lalu Rasulullah SAW mengharamkannya baginya. Maka Allah menurunkan firmanNya: (Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu?), hingga akhir ayat. Diriwayatkan dari Anas, bahwa Rasulullah SAW mempunyai seorang budak perempuan yang beliau gauli, lalu Aisyah dan Hafshah terus-menerus menghalangi hingga beliau mengharamkan budak itu atas diri beliau. Maka Allah SWT menurunkan firmanNya: (Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu?), sampai akhir ayat. Pendapat yang benar bahwa hal ini terjadi terkait pengharaman Nabi SAW terhadap madu, sebagaimana yang diriwayatkan Imam Bukhari terkait ayat ini. Diriwayatkan dari Aisyah, dia berkata bahwa dahulu Nabi SAW suka minum madu di rumah Zainab binti Jahsy, lalu tinggal bersamanya di rumahnya. Maka aku dan Hafsah sepakat untuk melakukan suatu tindakan, bahwa kepada siapa pun di antara kami berdua beliau SAW masuk, maka hendaklah dia mengatakan kepada beliau, "Engkau telah makan mighfar (sejenis cairan yang manis)? karena sesungguhnya aku mencium bau mighfar darimu" Maka Nabi SAW bersabda:”Tidak, tetapi aku baru saja meminum madu biasa di rumah Zainab binti Jahsy, maka aku tidak akan meminumnya lagi; dan sesungguhnya aku bersumpah untuk itu, maka janganlah kamu ceritakan hal ini kepada siapa pun” (kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu) Mungkin dikatakan bahwa keduanya terlibat dalam suatu kejadian. Akan tetapi tidak ada yang bisa dipastikan bahwa keduanya terkait dengan turunnya ayat ini itu masih perlu ditinjau. Hanya Allah yang lebih Mengetahui Makna firman Allah: (yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadah) sudah jelas Firman Allah (yang berpuasa) yaitu berpuasa Telah disebutkan dalam hadits marfu' tentang firmanNya (As-saihun) yaitu dalam surah At-Taubah, lafazhnya adalah:”Siyahah umat ini adalah puasa” Zaid bin Aslam dan putranya Abdurrahman berkata tentang firmanNya (Saaihat) yaitu wanita-wanita yang berhijrah. Lalu Abdurrahman membaca firmanNya: (yang melawat) (Surah At-Taubah: 112) yaitu yang berhijrah. Akan tetapi, pendapat pertamalah yang paling utama. Hanya Allah yang lebih Mengetahui. Firman Allah SWT: (yang janda dan yang perawan) yaitu, di antara mereka ada yang janda dan ada yang perawan, agar lebih menyenangkan hati dan perbedaan itu juga menenangkan jiwa. Oleh karena itu Allah berfirman: (yang janda dan yang perawan)
Tafsir As-Sa'di
1. Ini merupakan teguran Allah untuk Nabi Muhammad ketika mengharamkan Mariyah atau meminum madu atas dirinya demi menjaga perasaan sebagian istrinya dalam kisah yang masyhur. Kemudian Allah menurunkan ayat-ayat ini. “Hai Nabi,” maksudnya wahai nabi yang diberi karunia oleh Allah berupa kenabian, kerasulan, dan wahyu, “mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu.” Yakni, mengapa engkau mengharamkan kebaikan-kebaikan yang diberikan Allah padamu dan umatmu. “Kamu mencari,” dengan pengharaman itu “kesenangan hati istri-istrimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Ini adalah penegasan bahwa Allah mengampuni RasulNya, menghapus teguran, dan menyayangi beliau.
Tafsir Al-Wajiz
1. {Wahai Nabi} kenapa kamu mengharamkan atau melarang untuk dirimu sesuatu yang dihalalkan oleh Allah berupa makanan dan hal lainnya yang halal. Apakah melalui itu (pengharaman sesuatu) kamu mencari ridha istri-istrimu? Yaitu Aisyah dan Hafsah saja. Allah adalah Dzat yang Maha Pengampun dan Maha Pengasih bagi hamba-hambaNya yang bertaubat begitu juga bagimu dengan menegurmu karena telah mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah bagimu dan memperingatkanmu sebagai bentuk penjagaan bagimu. Istifham itu berfungsi sebagai peringatan. Dalam hadits shahih sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim bahwa sesungguhnya ayat ini dan ayat setelahnya diturunkan ketika Nabi SAW mengharamkan madu untuk dirinya, karena beliau telah meminumnya bersama Zainab dan Bintu Jahsy, lalu Aisyah dan Hafsah berkompromi untuk berkata kepada beliau ketika mendatangi keduanya: “Sesungguhnya kami mencium sebuah bau dari engkau”, kemudian beliau mengharamkan madu untuk dirinya sendiri

Sumber tafsir dari tafsirweb.com