Surah Al-An'am : Ayat 1
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَجَعَلَ ٱلظُّلُمَٰتِ وَٱلنُّورَ ۖ ثُمَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ
"Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka."
Tafsir Ringkas Kemenag
Pada akhir surah al-ma'idah Allah menjelaskan bahwa nabi isa dan ibunya bukanlah tuhan sebagaimana anggapan orang nasrani. Nabi isa adalah rasul atau utusan Allah yang bertugas mengajak bani israil untuk mengesakan Allah. Pada awal surah ini dijelaskan bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi serta menunjukkan manusia kepada jalan yang terang agar manusia meninggalkan jalan yang gelap, namun kebanyakan manusia menyimpang dari ajaran Allah yang lurus. Segala puji bagi Allah, yang berhak atas segala kesempurnaan, dan jauh dari segala kekurangan; yang telah menciptakan langit dan bumi, atas dasar cinta dan kasih sayang kepada makhluk-Nya; dan Allah telah menjadikan gelap dan terang, malam dan siang, salah dan benar, kufur dan iman; namun demikian orang-orang kafir, yaitu orang-orang yang menutup pikiran dan hati nurani mereka dari cahaya Allah menghindar dari ajaran tuhan mereka dengan menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lebih rendah dari dirinya sebagai manusia. Dialah Allah, yang menciptakan kamu dan nenek moyangmu, nabi adam, langsung dari tanah, dan menciptakan kamu, anak keturunan adam dari saripati tanah; kemudian dia menetapkan ajal, saat kematianmu; sedangkan batas akhir hidupmu di dunia bersifat rahasia, hanya diketahui oleh-Nya semata-mata; namun demikian, kamu, manusia yang kafir masih saja meragukannya, yakni meragukan keberadaan Allah beserta kekuasaan, kebesaran, dan kasih sayang-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-3 Allah SWT berfirman seraya memuji DzatNya sendiri yang Maha Mulia, karena telah menciptakan langit dan bumi sebagai pernyataan bagi hamba-hambaNya. Dia menjadikan kegelapan dan cahaya untuk memberi manfaat bagi hamba-hambaNya di malam dan siang hari mereka. kata “Zhulumat” menggunakan bentuk jamak, dan kata “Nur” menggunakan bentuk mufrad, karena cahaya lebih mulia sebagaimana firmanNya: (dari arah kanan dan kiri) (Surah An-Nahl: 48) dan di akhir surah ini: (dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus. - maka ikutilah dia; dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalanNya) (Surah Al-An'am: 153) Kemudian Allah SWT berfirman: (namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka) yaitu dengan semua ini, sebagian dari hamba-hambaNya ada yang ingkar. Mereka menjadikan sekutu dan tandaingan bagiNya, serta menjadikan bagiNya istri dan anak. Maha Tinggi Allah dari itu dengan keluhuran yang Maha Besar Firman Allah SWT: (Dialah yang menciptakan kalian dari tanah) bapak mereka semua, yaitu nabi Adam yang merupakan asal usul mereka, dan darinyalah mereka keluar, lalu mereka menyebar ke arah timur dan barat. Firman Allah (Sesudah itu ditentukan-Nya ajal, dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan yang ada pada sisi-Nya) Sa’id ibnu Jubair telah mengatakan dari Ibnu Abbas bahwa makna (sesudah itu ditentukannya ajal) adalah kematian, dan (dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya) adalah akhirat. Makna firmanNya: (ada di sisi-Nya) yaitu tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. Sebagaimana firmanNya: (Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia) (Surah Al-A'raf: 187) dan (Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya? (42) Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan (waktunya)? (43) Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya) (44)) (Surah An-Nazi’at) Terkait firman Allah SWT: (Kemudian kalian masih ragu-ragu) As-Suddi dan lainnya berkata,”Maknanya adalah,”Kalian meragukan tentang perkara hari kiamat”. Firman Allah SWT: (Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian lahirkan, dan mengetahui (pula) apa yang kalian usahakan (3)) Para ahli tafsir berbeda pendapat terkait ayat ini menjadi beberapa pendapat setelah mereka sepakat mengingkari pendapat kelompok Jahmiyah yang pertama yang mengatakan (Maha Tinggi Allah dari ucapan mereka dengan KeluhuranNya yang Maha Besar) bahwa Allah berada di semua tempat, dimana mereka menafsirkan ayat ini seperti itu. Pendapat yang paling bernar bahwa Dialah yang diseru di langit dan di bumi, yaitu Tuhan yang disembah, diesakan, dan diakui oleh makhluk yang ada di langit dan di bumi sebagai Tuhan. Mereka menyembah dan berdoa kepadaNya dengan suka rela dan terpaksa, kecuali yang kafir dari kalangan jin dan manusia. Ayat ini sebagaimana yang ada di firmanNya: (Dan Dialah Tuhan (Yang disembah) di langit dan Tuhan (Yang disembah) di bumi) (Surah Az-Zukhruf: 84) yaitu Dialah Tuhan semua yang ada di langit dan Tuhan semua yang ada di bumi. Berdasarkan hal ini, maka firman Allah: (Dia mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian tampakkan) sebagai khabar atau haal. (dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan (3)) yaitu semua perbuatan kalian, yang baik dan yang buruk.
Tafsir As-Sa'di
1. Ini adalah pemberitahuan tentang pujian dan sanjungan kepadaNya dengan sifat-sifat kesempurnaan, keagungan, dan kemuliaan, khususnya sifat-sifat yang disebut didalamnya. Allah memuji DiriNya atas penciptaanNya terhadap langit dan bumi yang membuktikan kesempurnaan kemampuanNya, keluasan ilmu dan rahmatNya, keumuman hikmahNya dan kesendirianNya dalam penciptaan dan pengaturan, dan Dia juga memuji DiriNya atas penciptaanNya terhadap kegelapan dan cahaya. Itu meliputi hal yang kongkret seperti malam dan siang, matahari dan rembulan, juga meliputi yang abstrak seperti kegelapan kebodohan, keraguan, kesyirikan, kemaksiatan, kelalaian, dan ketaatan. Semua ini menunjukkan dengan penunjukkan yang pasti bahwa Allah berhak atas ibadah dan pengikhlasan yang nyata, “kemudian (sekalipun demikian) orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.” Maksudnya, mereka menyamakan yang lain denganNya dalam ibadah dan pengagungan, padahal mereka yang disamakan dengan Allah itu tidak menandingi Allah dalam sifat-sifat kesempurnaan sedikit pun. Mereka itu miskin, lemah, dan kurang dalam segala segi.
Tafsir Al-Wajiz
Keutamaan: Surah ini adalah surah Makkiyah kecuali 6 ayat. Surah ini turun dalam satu jumlah. Ibnu Abbas berkata: “Surah Al-An’am turun di Mekkah pada malam hari dalam satu jumlah. Surah itu dikelilingi 70 ribu malaikat yang bertasbih. Malaikat pertama memulai bertasbih dan bertahmid” 1. Pujian dan rasa syukur atas kuasa Allah yang baik. Semuanya dimulai dengan pujian, karena seluruh pujian itu hanya milik Allah, dan untuk menjawab orang-orang yang membuat tuhan (sekutu) lain bersamaNya. Dialah Pencipta langit dan bumi dengan kuasa dan hikmahNya, yang mana tidak ada perumpamaan seperti itu sebelumnya. Dialah dzat yang menciptakan kegelapan malam dan cahaya siang, walaupun dengan adanya penciptaan ini, kamu masih bisa melihat orang-orang kafir yang membuat sekutu bagiNya untuk disembah. Al-Ja’lu adalah mengadakan sesuatu yang masih berhubungan dengan sesuatu lain