Tafsir Ringkas Kemenag
Surah at-t'r diakhiri dengan perintah untuk bertasbih dan memuji Allah setiap saat, terutama pagi. Pada surah an-najm ini Allah memulai dengan bersumpah demi bintang. Demi bintang yang bertebaran di angkasa ketika hendak terbenam akibat terbitnya matahari di ufuk timur dengan sinarnya yang kuat. 2. Sesungguhnya kawanmu yang sangat kamu kenal kejujurannya, yaitu nabi Muhammad, tidak sesat dalam perilakunya saat menyampaikan dakwah dan tidak pula keliru dalam ucapan-ucapan yang disampaikannya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-4 Para mufasir berbeda pendapat tentang firmanNya: (Demi bintang ketika terbenam (1)) Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid, bahwa yang dimaksud dengan bintang adalah bintang tsurayya, yakni apabila terbenam bersamaan dengan fajar. Ayat ini sebagaimana firmanNya: (Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang (75) Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui (76) sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia (77) pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuz) (78) tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan (79) Diturunkan dari Tuhan semesta alam (80) (Surah Al-Waqi'ah) Firman Allah SWT: (kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru (2)) Inilah adalah jawab dari qasam, yaitu kesaksian terhadap Rasulallah SAW bahwa beliau adalah orang yang berada pada jalan yang lurus mengikuti kebenaran, bukan orang yang tersesat. Yaitu orang bodoh yang menempuh jalan menyimpang tanpa pengetahuan. Dan orang yang tersesat adalah orang yang mengetahui kebenaran, tetapi dengan sengaja menyimpang kepada selainnya. Maka Allah SWT membersihkan RasulNya SAW dan syariatNya dari kemiripan yang dilakukan oleh orang-orang yang tersesat seperti orang-orang Nasrani dan orang-orang Yahudi, yang mengetahui sesuatu, tetapi menyembunyikannya dan mengerjakan hal yang bertentangan dengannya. Bahkan shalawat dan salam Allah terlimpahkan kepada beliau, dan apa yang diutuskan Allah SWT kepada beliau berupa syariat yang agung merupakan syariat yang benar-benar lurus, pertengahan, dan tepat. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya (3)) yaitu apa yang diucapkan itu tidak keluar dari hawa nafsu dan tujuannya (Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya) (4)) yaitu sesungguhnya yang beliau ucapkan itu hanya karena apa yang diperintahkan kepada beliau untuk disampaikan kepada manusia dengan sempurna dengan apa adanya tanpa penambahan dan pengurangan.
Tafsir As-Sa'di
1. Allah bersumpah dengan bintang pada saat terbenam yaitu ketika bergeser dari ufuk pada akhir malam di saat malam akan beranjak dan siang akan menjelang, karena pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah yang mengharuskan untuk dijadikan sebagai sumpah. Pendapat yang benar, kata ‘annajmu’ adalah isim jenis yang mencakup seluruh bintang. Allah bersumpah dengan bintang untuk menunjukkan kebenaran yang diberikan oleh Rasulullah sebagai wahyu ilahi, karena di dalamnya terdapat kondisional yang menakjubkan, karena Allah menjadikan bintang sebagai perhiasan langit, begitu juga dengan wahyu dan pengaruh-pengaruhnya dijadikan perhiasan untuk bumi. Andai tidak ada ilmu yang diwarisi dari para nabi, tentu manusia berada dalam kegelapan melebihi gelapnya malam yang pekat.
Tafsir Al-Wajiz
Keutamaan: Imam Bukhari, Imam Muslim dan lainnya dari Ibnu Mas’ud berkata: “Surah pertama yang mengandung ayat sajdah adalah {Wan Najm}, maka bersujudlah Rasulallah SAW, lalu semua orang ikut bersujud kecuali seorang laki-laki yang aku lihat tengah mengambil segenggam tanah lalu ikut bersujud, kemudian setelah itu aku melihatnya terbunuh dalam keadaan kafir, dia adalah Umaiyah bin Khalaf” 1. Aku bersumpah demi bintang (jenis bintang) yang jatuh dan hilang cahayanya pada hari kiamat.