Surah Al-Baqarah : Ayat 1
الٓمٓ

"Alif laam miim."

Tafsir Ringkas Kemenag
Alif laam miim. Beberapa surah dalam Al-Qur'an dibuka dengan huruf abjad seperti alif laam miim, alif laam raa', dan sebagainya. Makna huruf-huruf itu hanya Allah yang tahu. Ada yang berpendapat bahwa huruf-huruf itu adalah nama surah dan ada pula yang berpendapat bahwa gunanya untuk menarik perhatian, atau untuk menunjukkan mukjizat Al-Qur'an, karena Al-Qur'an disusun dari rangkaian huruf-huruf abjad yang digunakan dalam bahasa bangsa arab sendiri. Meskipun demikian, mereka tidak pernah mampu untuk membuat rangkaian huruf-huruf itu menjadi seperti Al-Qur'an. Inilah kitab yang sempurna dan penuh keagungan, yaitu Al-Qur'an yang kami turunkan kepada nabi Muhammad, tidak ada keraguan padanya tentang kebenaran apa-apa yang terkandung di dalamnya, dan orang-orang yang berakal sehat tidak akan dihinggapi keraguan bahwa Al-Qur'an berasal dari Allah karena sangat jelas kebenarannya. Al-Qur'an juga menjadi petunjuk yang sempurna bagi mereka yang mempersiapkan diri untuk menerima kebenaran dengan bertakwa, yaitu mengikuti segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya agar terhindar dari siksa Allah. Meski petunjuk Al-Qur'an diperuntukkan bagi seluruh umat manusia, hanya orang-orang bertakwa saja yang siap dan mampu mengambil manfaat darinya.

[Tafsir Tematis / Team Asatidz TafsirWeb]
Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang makna dari huruf-huruf yang terdapat pada awal beberapa surat dalam Alquran. Diantara mereka ada yang mengatakan bahwa itu merupakan huruf-huruf yang hanya Allah sendiri yang mengetahui maknanya. Maka mereka mengembalikan ilmu mengenai hal itu kepada Allah dengan tidak menafsirkan-Nya. Pendapat ini dinukil al-Qurtubi dalam tafsirnya dari Abu Bakar, Umar, usman, ‘Ali dan Ibnu Mas’ud rhodiallohu ‘anhum. Begitu juga pendapat ‘Amir As-Sya’bi dan Sufyan As-Sauri dan Robi’ Bin Khutsaim yang dipilih juga oleh Abu Hatim bin Hiban. Diantara ahli tafsir juga ada yang menafsirkannya, dan mereka berbeda pendapat tentang maknanya. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata : “sesungguhmya huruf-huruf ini merupakan nama-nama surat dalam Al-Quran”. Abu al-Qosim Mahmud bin Umar Az-Zamakhsyari menyatakan dalam tafsirnya bahwa hal itu menjadi kesepakatan banyak ulama, beliau juga menukil dari Sibawaih menegaskan dan memperkuat hal itu. Berdasarkan hadits dalam kitab shohih al-Bukhori dan Muslim dari Abu hurairoh bahwa Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam pernah membaca Alif laam mim as-Sajdah (Surat as-Sajdah) dan hal ata ‘alal insan (Surat al-insan) pada sholat subuh pada hari jum’at. Sufyan As-Sauri berkata dari Mujahid bahwasanya dia berkata: " " " " " " " " merupakan pembuka yang Allah ta’ala buka dengannya Al-Quran. Mujahid juga berkata dari riwayat Abu Huzaifah Musa bin Mas’ud dari Syubl dari Ibnu Abu Najih darinya bahwasanya dia berkata " " adalah nama dari nama-nama Al-Quran. As-Sya’bi berkata, “pembuka-pembuka surat adalah dari nama-nama Allah ta’ala. Begitu juga perkataan Salim bin Abdillah, Ismail bin Abdurahman Assadi al-Kabir, telah berkata Syu’bah dai As-sadi, telah sampai kepadaku bahwa Ibnu Abbas telah berkata: " " adalah salah satu nama dari nama-nama Allah yang agung. Begitu juga riwayat Ibnu Abi Hatim dari hadits Syu’bah. Banyak sekali pendapat-pendapat mengenai makna dari huruf huruf ini, dianatara mufasir ada juga memaknai sebagai sumpah yang Allah jadikan dalam Al-Quran. Hal ini seperti pendapat Al-Kalbi. Ada juga sebagian mufasir yang Mengatakan bahwa makna huruf-huruf ini adalah sebagai berikut : “alif bermakna Allah, lam bermakna Jibril dan mim bermakna Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam. Hal ini diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas. Wallohu a’lam bishowab akan makna sebenarnya dari makna ayat ini. Kerena menurut jumhur para mufasir ayat ini merupakan salah satu ayat mutsyabihat yang tidak ada yang tahu makna sebenarnya kecuali Allah ta’ala. Para ulama akhirnya mengambil kesimpula dari makna ayat ini dengan mengatakan bahwa “tidak diragukan lagi bahwa huruf-huruf ini tidak diturunkan Allah ta’ala dengan sia-sia dan tanpa makna. Orang yang tidak tahu mengatakan bahwa “di dalam Al-Quran terdapat suatu hal yang tidak memiliki makna sama sekali”, ini merupakan kesalahan besar. Karena ternyata sesuatu yang dimaksud itu pada hakikatnya memiliki makna, jika kami menerima riwayat yang shohih dari nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam maka kami akan menerimanya, dan jikaa tidak, maka kami akan menyerahkan maknanya kepada Allah ta’ala seraya berucap; “Kami beriman kepadanya, semuanya berasal dari sisi Rabb kami” (QS. Ali Imron : 7) Maka Maqom Para ulama ahli tafsir belum mendapati kesepakatan mengenai huruf-huruf tersebut, dan mereka masih berbeda pendapat. Dan jika telah jelas bagi sebagian pendapat dengan dalil yang shohih, maka yang lain harus mengikuti pendapat tersebut. Sabagian ulama yang lain mengatakan bahwa huruf-huruf ini menunjukan keistimewaan gaya Bahasa Alquran dan keagungannya yang tidak ada pada kitab-kitab sebelumnya. Makanya dalam beberapa surat yang diawali dengan huruf-huruf ini selalu menyertainya dengan ayat yang menyebutkan penjelasan tentang Alquran.
Tafsir Ibnu Katsir
Dijelaskan keutamaannya Dari Abdullah bin Mas'ud, berkata: Rasulullah SAW bersabda,"Semoga aku tidak mendapatkan salah seorang di antara kalian meletakkan salah satu kakinya di atas kakinya yang lain, sambil bernyanyi dan meninggalkan surat al-Baqarah tanpa membacanya, sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dalamnya dibacakan surat al-Baqarah. Sesungguhnya rumah yang paling kosong adalah bagian dalam rumah yang hampa dari kitabullah" Ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam kitab "Al-Yaum Wal-Lailah" dari Muhammad bin Nashr dari Ayub bin Sulaiman. Ad-Darimi juga meriwayatkannya dalam Musnadnya dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata, "Tidak ada satu rumah pun yang dibacakan Al-Baqarah di dalamnya, melainkan setan akan keluar dari rumah itu dengan tergesa-gesa." Dia berkata, "Setiap perkara memiliki ujung, dan ujung Al-Qur'an adalah Al-Baqarah. Setiap perkara memiliki inti sari, dan inti sari Al-Qur'an adalah Al-Baqarah" Diriwayatkan juga dari Thariq Asy-sya’biy, dia berkata: Abdullah bin Mas'ud berkata: "Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari Al-Baqarah di malam hari, maka setan tidak akan masuk ke rumahnya pada malam hari, yaitu empat ayat dari ayat-ayat pertamanya, ayat kursi, dua ayat setelahnya, dan tiga ayat terakhirnya". Dalam riwayat lain disebutkan: "Tidak akan mendekatisesuatu yang dia benci, dan tidak akan dibacakan kepada orang gila melainkan dia akan sembuh" Dari Sahl bin Sa'd, berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai ujung dan ujung Al-Qur'an adalah Al-Baqarah. Sesungguhnya siapa saja membacanya di rumahnya pada malam hari, maka setan tidak akan masuk ke dalamnya selama tiga malam. Dan siapa saja membacanya di dalam rumahnya pada siang hari, maka setan tidak akan masuk ke dalamnya selama tiga hari" Dari Usaid bin Hudhair, berkata: Ketika dia sedang membaca Al-Baqarah pada malam hari (dan kudanya terikat di sisinya) dan kudanya berjalan tiba-tiba kudanya gelisah dan berhenti, lalu dia melanjutkan membaca, kemudian kuda itu berjalan, kemudian kudanya menjadi gelisah dan berhenti. Kemudian dia melanjutkan membaca, lalu kudanya berjalan kemudian kuda itu pergi. Dan anaknya, Yahya berada dekat dengannya. Dia merasa khawatir bahwa Yahya akan terkena dampaknya, lalu ketika dia mengangkatnya, tinggi-tinggi namun dia tidak bisa elihat kuda itu. Ketika pagi tiba, dia bercerita kepada Nabi SAW tentang. Nabi SAW bersabda: "(Lanjutkanlah bacaanmu wahai Ibnu Hudhair" Dia menjawab, "Aku merasa khawatir terhadap Yahya, ya Rasulallah, dia berada tidak jauh dariku, lalu aku mengangkat kepalaku dan berpaling, lalu melihat ke langit, lalu terdapat hal yang menyerupai awan di pagi hari, kemudian aku pergi sehingga aku tidak dapat melihatnya." Nabi SAW bersabda: "Apakah kamu tahu apa itu?" Dia menjawab: "Tidak." Nabi bersabda:"Malaikat-malaikat itu mendekat karena suaramu. Jika kamu melanjutkan bacaanmu, mereka akan tampak oleh manusia dan tidak akan menyembunyikan diri" "Dari Abu Umamah, berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Bacalah Al-Qur'an, karena Al-Qur'an akan menjadi penyelamat bagi orang yang membaanya di hari kiamat. Bacalah dua surah yang penuh dengan cahaya, yaitu Al-Baqarah dan Ali 'Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat seakan-akan keduanya adalah dua awan atau dua kawanan burung yang melindungi orang-orang yang membacanya. Kemudian beliau bersabda: “Bacalah Al-Baqarah, karena melakukan itu merupakan suatu keberkahan dan meninggalkannya menyebabkan penyesalan, dan orang yang tidak mampu membacanya adalah orang yang rugi. Keutamaan Seluruh surah Al-Baqarah adalah surah Madaniyah, tidak ada yang berbeda pendapat. Al-Baqarah termasuk surah-surah awal yang diturunkan, tetapi firman Allah SWT dalam surah tersebut, (Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah...) (Al-Baqarah 281), Dikatakan bahwa ini adalah ayat terakhir yang diturunkan dalam Al-Qur'an. Dan ayat ini terkandung dalam Al-Baqarah. Begitu pula dengan ayat-ayat tentang riba termasuk ayat-ayat akhir yang diturunkan. Khalid bin Ma'dan menyebut Al-Baqarah mencakup (isi) Al-Qur'an. Beberapa ulama mengatakan bahwa Al-Baqarah mencakup seribu berita, seribu perintah, dan seribu larangan" Sisanya berkata,"Ayatnya berjumlah dua ratus delapan puluh tujuh ayat, kata-katanya di dalamnya adalah enam ribu seratus dua puluh satu kata, dan hurufnya berjumlah dua puluh lima ribu lima ratus huruf. Dan hanya Allah lebih Mengetahui. Dari Ibnu Abbas, berkata: “surah Al-Baqarah diturunkan di Madinah” Begitu juga para ulama’ dan mufasir tidak ada perbedaan pendapat tentang hal tersebut Para mufasir berbeda pendapat terkait huruf-huruf muqata'ah di awal beberapa surah. Di antara mereka ada yang berkata bahwa huruf-huruf tersebut merupakan huruf yang hanya diketahui Allah, dan mereka membatasi pengetahuannya tentang hal tersebut sehingga mereka tidak menafsirkannya. Ibnu Qurtubi meriwayatkan hal ini dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan Ibnu Mas'ud semuanya setuju dengan pendapat ini. 'Amir Asy-Sya'bi, Sufyan Ats-Tsauri, dan Ar-Rabi' bin Khutsaim mengatakan tentang pendapat ini. Abu Hatim bin Hibban memilih pendapat ini. Di antara mereka ada yang menafsirkannya dan mereka berbeda pendapat tentang maknanya, Huruf-huruf ini disebutkan di awal-awal surah yang di dalamnya terdapat keterangan yang digunakan untuk menunjukkan keajaiban Al-Quran. Sesungguhnya para makhluk tidak mampu menandinginya dengan membuat sesuatu yang serupa, meskipun Al-Quran menggunakan huruf-huruf muqatha’ah yang mereka gunakan untuk berbincang-bincang. Fakhruddin ar-Razi menyebutkan madzhab ini dalam tafsirnya telah menyebutkan pendapat ini dan dikupulkan dari para pentahqiq. Al-Qurtubi juga telah menyebutkan dari Al-Farra’ dan Qutrub tentang hal ini, dan Az-Zamakyshari dalam kitabnya "tafsir Kasyaf" setuju dengan pendapat ini dan menyempurnakan pendapat ini. Pendapatnya diikuti Abu Al-Abbas Ahmad bin Abdul Halim Ibnu Taimiyah dan Imam Abu Al-Hajjaj Al-Mizzi. Pendapat ini dijelaskan kepada saya dari Abu Al-Abbas Ibnu Taimiyah. Az-Zamakhsyari berkata, “Tidak semua huruf-huruf itu diulang-ulang di awal Al-Quran, tetapi diulang untuk memberikan tantangan dan teguran. Sebagaimana banyak kisah yang diulang-ulang. Tantangan itu diulang dengan jelas di beberapa tempat. Dia berkata ada yang terdiri dari satu huruf, seperti firmanNya (Shad), (Nun), dan (Qaf), dua huruf, seperti (Ha Mim). tiga huruf, seperti (Alif Lam Mim), empat huruf seperti (Alif Lam Mim Ra’) dan (Alif Lam Mim Shad), dan lima huruf, seperti (Kaf Ha’ Ya’ ‘Ain Shad) dan (Ha Mim ‘Ain Sin Qaf) karena pola kalimat mereka terdiri dari huruf-huruf ini, yaitu satu huruf, dua huruf, tiga huruf, empat huruf, dan lima huruf, serta tidak lebih dari itu. Saya berkata, “Oleh karena itu setiap surah dibuka dengan beberapa huruf ini, sehingga di dalamnya harus disebutkan kemenangan Al-Qur’an, penjelasan tentang keajaiban dan keagungannya. Hal ini dapat diketahui dengan cara diamati. Ini terdapat di dua puluh sembilan surah. Allah SWT berfirman, ('Alif, Lam, Mim. Kitab ini tidak ada keraguan padanya...) (Surah Al-Baqarah: 1-2), ('Alif, Lam, Mim (1) Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya (2) Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya...) (Surah Ali 'Imran: 1-3). (Alif, Lam, Mim, Shad (1) Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu...' (Surah Al-A'raf: 1-2). (Alif Lam 'Ra, (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka,....) (Surah Ibrahim: 1) ('Alif, Lam, Mim (1) Turunnya Al-Quran yang tidak ada keraguan di dalamnya, (adalah) dari Tuhan semesta alam (2)) (Surah As-Sajdah). (Ha, Mim (1) Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (2)) (Surah Fushilat). (Ha, Mim (1) 'Ain, Sin, Qaf (2) Demikianlah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, mewahyukan kepada kamu dan kepada orang-orang sebelum kamu (3) (Surah Asy-Syura) Dan ayat-ayat lain yang menunjukkan kebenaran pandangan mereka yang dianugerahi wawasan yang tajam. Hanya Allah lebih Mengetahui." Adapun siapa saja yang mengklaim bahwa huruf-huruf ini memberi petunjuk tentang beberapa periode dan dia mengambil kesimpulan tentang waktu-waktu terjadinya suatu peristiwa, bencana, dan pertempuran, maka sungguh dia telah mengklaim sesuatu bukan merupakan ranahnya, dan telah melampaui batasnya
Tafsir As-Sa'di
1. Huruf-huruf yang terpenggal-penggal di setiap awal surat, lebiah baik membiarkannya dan tidak mencoba-coba mencari makna-maknanya tanpa ada sandaran yang syar’I, dan diiringi dengan keyakinan yang kuat bahwasanya Allah ta’ala tidak menurunkannya dengan sia-sia, akan tetapi menyimpan hikmah yang tidak kita ketahui.
Tafsir Al-Wajiz
Alif Lam Mim: Susunan huruf ini dan susunan lain yang serupa merupakan susunan huruf yang diletakkan di permulaan surah. (Itu) didatangkan sebagai penjelas tentang kesempurnaan Al-Qur’an dan mengukuhkannya sebagai Kalam Allah, dan untuk menantang bangsa Arab untuk mendatangkan kitab yang serupa atau sesuatu yang serupa dengan surah paling pendek darinya. Dan sebagai penjelasan tentang kelemahan dan ketidakmampuan mereka dan sebagai pemberitahuan bahwa Al-Qur’an tersusun dari huruf-huruf Arab yang selalu mereka ucapkan dan mereka susun perkataan mereka menggunakan (huruf) itu
Tafsir Al-Mishbahul
() SEPUTAR HURUF MUQOTH-THO’AH (PENGGALAN HURUF-HURUF DI AWAL SURAT) Penggalan huruf-huruf yang ada di awal beberapa surat adalah huruf-huruf yang hanya Allah saja yang mengetahui maknanya. Pendapat seperti ini diriwayatkan dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan Ibu Mas’ud ra. Ada yang mengatakan bahwa huruf-huruf itu adalah nama-nama surat. Ada yang mengatakan bahwa (huruf-huruf) itu adalah pembuka yang dengannya Allah membuka Al-Quran. Khashif meriwayatkan dari Mujahid ia berkata: “Pembuka surat-surat Al-Quran seluruhnya adalah (, , , , dan ) dan huruf-huruf hijaiyyah lainnya.” Sebagian ahli bahasa Arab berkata: “Ia adalah huruf-huruf mu’jam (kamus). Allah mencukupkan menyebutkan sebagiannya saja dan tidak menyebutkan selebihnya yang seluruhnya berjumlah 28 huruf, sebagaimana seseorang mengatakan: ‘Anakku dapat menulis huruf , , , ...” artinya, anak tersebut bisa menulis 28 huruf-huruf hijaiyyah, hanya saja menyebutkannya sebagian saja.” Demikian yang diceritakan oleh Ibnu Jarir. Saya (Ibnu Katsir) katakan bahwa jumlah keseluruhan huruf-huruf yang disebutkan di awal surat dengan tidak menghitung huruf yang disebutkan lebih dari satu kali adalah 14 huruf, yaitu: . Semua huruf itu dapat dikumpulkan dalam sebuah kalimat: Jumlahnya adalah setengah dari total keseluruhan. Yang disebutkan lebih mulia daripada yang tidak disebutkan. Penjelasan lebih lanjut merupakan spesialisasi ilmu sharaf. Az-Zamakhsyari mengatakan: “Huruf-huruf yang berjumlah 14 ini merangkum semua jenis huruf. Yaitu dari huruf mahmuusah sampai majhuurah, dari rakhwah sampai syadiidah, dari muthabbaqah sampai maftuuhah, dari musta’liyah sampai munkhafidhah, dan huruf qalqalah.” Kemudian ia menyebutkan secara terperinci, lalu ia berkata: “Maha suci Allah yang sangat dalam hikmah-Nya dalam segala hal. Jenis huruf-huruf yang disebutkan ini adalah huruf-huruf yang sangat banyak digunakan. Dan telah engkau ketahui sebelumnya bahwa jumlah mayoritas dapat disamakan kedudukannya dengan jumlah keseluruhannya.” Dari sini, sebagian ulama memeberi penjelasan sebagai berikut: “Tidak ragu lagi, bahwa Allah menurunkan huruf-huruf tersebut tidaklah sia-sia atau percuma begitu saja. Oleh karena itulah sebagian orang jahil berkata: “Sesungguhnya di dalam Al-Quran terdapat kata-kata yang hanya untuk dibaca saja sebagai ibadah, sementara ia tidak memiliki makna sama sekali.” Sungguh anggapan mereka ini sangat keliru. Jelaslah bahwa huruf-huruf ini memiliki makna tersendiri. Kalaulah ada sebuah penjelasan dari Al-Ma’shum saw tentu kita akan menjelaskannya berdasarkan keterangan tersebut. Jika tidak ada maka kita menahan diri darinya. Dan kita katakan: “Kami mengimaninya, seluruhnya berasal dari Allah swt.” Para ulama tidak bersepakat dalam menafsirkan huruf-huruf tersebut. Bahkan mereka berselisih pendapat. Jika nyata baginya bahwa sebagian pendapat memiliki dalil, maka hendaklah ia mengikutinya. Jika tidak, maka hendaklah ia menahan diri, sehingga kebenaran menjadi jelas baginya. Ini dilihat dari satu sisi. PENGGALAN HURUF-HURUF TERSEBUT MENUNJUKKAN MUKJIZAT AL-QURAN Dilihat dari sini lain tentang hikmah disebutkannya huruf-huruf hijaiyyah di awal-awal surat ini, terlepas dari makna yang terkandung di dalamnya, dikatakan bahwa penggalan huruf-huruf yang disebutkan di awal-awal surat dimaksudkan untuk menunjukkan mukjizat AL-Quran dan menjelaskan bahwa makhluk tidak bisa membuat tandingannya. Padahal ia hanyalah rangkaiandari penggalan huruf-huruf yang biasa mereka gunakan dalam percakapan sehari-hari. Madzhab ini telah disampaikan oleh Ar-Razi dalam tafsirnya dari Al-Mubarrid dan sejumlah ahli tahqiq. Al-Qurthubi menghikayatkan dari Al-Farra’ dan Qathrab yang semakna dengan madzhab di atas. Dan pendapat ini didukung oleh Az-Zamakhsyari dalam kitab Al-Kasysyaafnya dan ia mendukung penuh pendapat ini. Dan pendapat inilah yang dipilih oleh Syaikhul Islam Abul Abbas Ibnu Taimiyyah rahimahullah dan guru kami AL-Hafizh AL-Mujtahid Abul Hajjaj Al-Mizzi. Ia menceritakan kepadaku dari Ibnu Taimiyyah. Az-Zamakhsyari mengatakan, “Huruf-huruf tersebut tidak disebutkan keselruruhannya di awal Al-Quran. Namun penyebutannya diulang-ulang untuk menguatkan tantangan dan ketidakmampuan manusia menyainginya. Sebagaimana halnya beberapa kisah yang penyebutannya diulang-ulang. Dan telah diulang-ulang juga tantangan dari Allah secara terang-terangan dalam banyak ayat. Ia melanjutkan: “Ada yang disebutkan satu huruf saja, seperti . Ada yang disebutkan dua huruf, seperti . Ada yang disebutkan tiga huruf, seperti . Ada yang empat huruf, seperti dan . Ada yang lima huruf, seperti dan . Karena demikianlah uslub (metode) bahasa Arab dalam pembentukan kalimat. Ada yang satu huruf, ada yang dua huruf, ada yang tiga huruf, ada yang empat huruf dan ada yang lima huruf, tidak ada yang lebih dari itu.” (Saya katakan) oleh karena itu setiap surat yang dibuka dengan huruf-huruf ini pasti disebutkan di dalamnya kemenangan Al-Quran dan penjelasan tentang kehebatan dan kebesarannya. Hal itu dapat diketahui melalui penelitian. Itulah yang ditemui dalam 29 surat. Oleh karena itu Allah berfirman: (. ) “Alif laam miim. Allah (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya.” (QS. Al-Baqarah:2) . . “Alif Laam miim. Allah, tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Quran) kepadamu dengan sebenarnya serta membenarkan Kitab yang telah diturunkan sebelumnya.” (QS. Ali ‘Imran:1-3) . “Alif laam mim shaad. Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya.” (QS. Al-Araf:1-2) “Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka.” (QS. Ibrahim:1) . “Alif Laam Miim. Turunnya Al-Quran yang tidak ada keraguan di dalamnya, (adalah) dari Tuhan semesta alam.” (QS. As-Sajdah:1-2) . “Haa Miim. Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Fushshilat:1-2) . . “Haa Miim. 'Ain Siin Qaaf. Demikianlah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, mewahyukan kepada kamu dan kepada orang-orang sebelum kamu.” (QS. Asy-Syuraa:1-3) Dan ayat-ayat lain yang menunjukkan kebenaran pendapat para ulama tersebut bagi siapa saja yang mau menelitinya, Wallahua’lam.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com