Surah Al-Lahab : Ayat 1
تَبَّتْ يَدَآ أَبِى لَهَبٍ وَتَبَّ

"Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa."

Tafsir Ringkas Kemenag
Karena kebenciannya kepada nabi dan penentangannya terhadap dakwah beliau dengan cara yang menyakitkan, maka celaka dan binasalah kedua tangan abu lahab yakni diri ab' lahab, yang bernama 'abdul 'uzz' bin 'abdul muttalib; dan benar-benar binasa dia!2. Ketika azab Allah menimpanya maka tidaklah berguna baginya hartanya yang dia kumpulkan dan banggakan, dan tidak pula bermanfaat apa yang dia usahakan seperti jabatan dan keturunan untuk menyelamatkan dirinya dari azab itu. Hanya iman dan amal saleh yang dapat menyelamatkan seseorang dari murka Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-5 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi SAW keluar menuju ke lembah Batha, lalu menaiki bukit dan berseru,"Awas ada musuh di pagi hari!" Maka orang-orang Quraisy berkumpul kepadanya dan beliau bersabda: "Bagaimanakah pendapat kalian jika aku sampaikan berita kepada kalian bahwa musuh akan datang menyerang kalian di pagi atau petang hari, apakah kalian akan percaya kepadaku?” Mereka menjawab, "Ya” Nabi SAW bersabda, "Maka sesungguhnya aku memperingatkan kepada kalian akan datangnya azab yang keras” Maka Abu Lahab berkata, "Celakalah kamu ini, apakah karena ini kamu mengumpulkan kami?" Maka Allah SWT menurunkan firmanNya: (Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa (1)) sampai akhir surat Pendapat pertama adalah kutukan terhadapnya, sedangkan yang kedua menunjukkan pemberitahuan tentangnya. Abu Lahab adalah salah seorang paman Rasulullah SAW, namanya adalah Abdul Uzza bin Abdul Muthalib, dan gelarnya adalah Abu Utbah. Sesungguhnya dia dijuluki Abu Lahab hanya karena wajahnya yang cerah. Dia adalah orang yang banyak menyakiti Rasulullah SAW, sangat membenci, meremehkan, dan memojokkan beliau dan agama beliau. Firman Allah SWT (Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa (1)) yaitu merugi, kecewa, dan sia-sialah amal perbuatan dan usahanya (dan sesungguhnya dia akan binasa) yaitu sesungguhnya dia celaka dan telah nyata merugi dan binasa. Firman Allah: (Tidaklah berfaedah kepadanya harta benda dan apa yang ia usahakan (2)) Ibnu Abbas dan lainnya berkata tentang firmanNya: (dan apa yang ia usahakan) yaitu, anaknya. Diriwayatkan hal yang semisal dari Aisyah, Mujahid, ‘Atha’, Al-Hasan, dan Ibnu Sirin. Firman Allah: (Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (3)) yaitu neraka yang apinya bergejolak, menyala dahsyat, dan sangat membakar (Dan (begitu pula) istrinya pembawa kayu bakar (4)) Istrinya dari kalangan pemimpin wanita Quraisy yaitu Ummu Jamil. Nama aslinya adalah Arwah binti Harb bin Umayyah, saudara perempuan Abu Sufyan. Dia membantu suaminya dalam kekafiran dan keingkaran. Oleh karena itu pada hari kiamat dia menjadi pembantu yang mengazabnya di neraka Jahanam. Oleh karena itu Allah berfirman: (pembawa kayu bakar (4) yang di lehernya ada tali dari sabut (5)) yaitu memanggul kayu bakar, lalu melemparkannya kepada suaminya untuk menambah api yang membakarnya. Istrinya diciptakan untuk itu dan disediakan untuk membantu mengazabnya. (Yang di lehernya ada tali dari sabut (5)) Mujahid dan Urwah berkata bahwa maknanya adalah berupa api neraka. Diriwayatkan dari Mujahid, Qatadah, dan As-Suddi tentang firmanNya: (pembawa kayu bakar) yaitu istrinya gemar berjalan menghamburkan hasutan. Pendapat yang benar adalah yang pertama; hanya Allah yang lebih Mengetahui.
Tafsir As-Sa'di
Abu lahab adalah paman Nabi. Ia amat memusuhi dan menyakiti beliau. Ia tidak memiliki adan tidak memiliki semangat kekerabatan. Semoga Allah memberinya balasan buruk. Karena itu Allah amat mencelanya yang merupakan kehinaan baginya hingga Hari Kiamat seraya berfirman, “Binasalah kedua tangan Abu Lahab,” yakni rugi dan celakalah kedua tangannya, “Dan sungguh dia akan binasa,” sehingga ia tidak akan beruntung.
Tafsir Al-Wajiz
1. Hancur dan merugilah Abu Lahab (yaitu Abu Al-Uzza bin Abdul Muthallib, paman Nabi SAW, namun dia adalah orang yang paling memusuhinya), maka sungguh merugilah dia. Ini adalah berita untuknya. Abu Lahab adalah julukan baginya karena saking merahnya wajahnya, julukan ini disebutkan untuk mengolok-olok dia. Kalimat pertama adalah doa yang abadi untuk Abu Lahab sampai hari kiamat. Ditetapkan dalam dua hadits shahih dan lainnya bahwa sesungguhnya Nabi SAW saat mengajak kaumnya di bukit Shafa untuk masuk Islam, Abu Lahab berkata:”Cih, apakah kamu mengumpulkan kami kecuali hanya untuk ini?” kemuidian turunlah surah ini.

Sumber tafsir dari tafsirweb.com