Surah Hud : Ayat 1
الٓر ۚ كِتَٰبٌ أُحْكِمَتْ ءَايَٰتُهُۥ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ

"Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Alif lam ra. Inilah kitab, Al-Qur'an yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi, terpelihara dari kekeliruan, kemudian kandungannya dijelaskan secara terperinci, ada yang mengenai tauhid, hukum, kisah, akhlak, ilmu pengetahuan, janji dan peringatan, dan lain lain, disusun surat demi surat, ayat demi ayat, yang diturunkan dari sisi Allah yang mahabijaksana dalam setiap keputusan-Nya, mahateliti dalam semua ketetapan-nAllah menurunkan ayat-ayat Al-Qur'an yang sangat indah dan tersusun rapi serta mendetail kandungannya, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku, Muhammad, adalah pemberi peringatan adanya siksa bagi orang-orang yang ingkar dan pembawa berita gembira dari-Nya, yakni surga untukmu wahai orang-orang yang beriman.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-4 Telah disebutkan pembahasan tentang huruf-huruf Hijaiyah di permulaan surah Al-Baqarah, dengan keterangan yang tidak perlu diulangi di sini. Hanya kepada Allah kami memohon taufik. Adapun firman Allah: (yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi) ayat itu tersusun lafaznya, maknanya detail. Jadi Al-Quran itu sempurna dari segi bentuk dan maknanya. Ini adalah makna yang diriwayatkan Mujahid dan Qatadah, dan dipilih Ibnu Jarir. Firman Allah: (dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui) yaitu dari sisi Allah Yang Maha Bijaksana dalam firman dan hukumNya, dan Maha Mengeahui akibat segala sesuatu (agar kalian tidak menyembah selain Allah) yaitu yang muhkam dan mufassal diturunkan agar menyembah hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah oleh kamu sekalian akan Aku" (25)) (Surah Al-Anbiya’) dan (Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut”) (Surah An-Nahl: 36) Firman Allah SWT: (Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepada kalian dariNya) yaitu sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan kepada kalian tentang azab jika kalian menentangNya, dan pembawa berita gembira dengan pahala jika kalian taat kepadaNya. Firman Allah: (dan hendaklah kalian meminta ampun kepada Tuhan kalian, dan bertobatlah kepada-Nya. (Jika kalian mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepada kalian sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya) yaitu aku memerintahkan kalian untuk memohon ampun dari dosa dan bertaubat dari dosa itu kepada Allah SWT di masa yang akan datang, dan kalian terus-menerus atas hal itu (niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepada kalian) yaitu di dunia (sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya) yaitu di akhirat. Pendapat ini dikatakan Qatadah, sebagaimana firmanNya: (Barang siapa yang mengerjakan amal saleh—baik laki-laki maupun perempuan— dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (97)) (Surah An-Nahl) Firman Allah: (Jika kalian berpaling, maka sesungguhnya aku takut kalian akan ditimpa siksa hari kiamat) ini adalah ancaman yang keras bagi orang yang berpaling dari perintah-perintah Allah SWT dan mendustakan para rasulNya. Sesungguhnya azab Allah pasti akan menimpanya pada hari kiamat (Kepada Allahlah kembali kalian) yaitu kalian dikembalikan pada hari kiamat (dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) yaitu Dia Maha Kuasa terhadap apa yang Dia kehendaki berupa berbuat baik kepada kekasih-kekasihNya dan membalas musuh-musuh­Nya, serta mengembalikan makhlukNya pada hari kiamat. Ini merupakan pe­ringatan, sebagaimana yang pertama yang merupakan anjuran
Tafsir As-Sa'di
1. Allah berfirman, “(Inilah) suatu kitab”, yang agung yang diturunkan dengan mulia “yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi.” Yakni dengan sempurna dan bagus. Berita-beritanya jujur, perintah dan larangannya adil, lafazhnya fasih, maknanya indah “kemudian dijelaskan secara terperinci.” Yakni diterangkan dan diperjelas sebagai bentuk penjelasan yang paling tinggi, “yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana.” Meletakkan segala sesuatu di tempatnya, mendudukannya pada posisinya, tidak memerintahkan dan melarang kecuali sesuai dengan tuntutan hikmahNya. “Lagi Mahatahu”, yang mengetahui lahir dan batin. Jika penataannya yang rapid an penjelasannya dari Allah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui, maka sesudah itu janganlah kamu bertanya tentang kebesaranNYa, keagunganNya dan pencakupanNya atas hikmah yang sempurna dan rahmat yang luas.
Tafsir Al-Wajiz
Keutamaan: Diriwayatkan dari Tirmidzi dan Hakim dari Ibnu Abbas berkata: Abu Bakar berkata: Ya Rasul, engkau telah beruban. Rasul menjawab: Surat Hud, Al-waqi’ah, Al-mursalat, ‘Amma yatasaalun, idzasy syamsu kuwwirat yang telah membuat rambutku beruban. Ini adalah hadis hasan sebagaimana dikatakan Tirmidzi, dan hadis sahih menurut Hakim. Nabi ditanya tentang apa yang telah membuat rambutnya beruban di surat Hud, Nabi menjawab: Yaitu firman Allah: Fastaqim kamaa umirtu (112). 1 Alif laam raa, untuk memberi perhatian, menantang (bangsa Arab) dan meneguhkan Al-Qur’an bahwa itu diturunkan dari sisi Allah. Al-Qur’an adalah kitab yang ayat-ayatnya tersusun rapi tanpa kurang dan berantakan seperti bangunan yang tersusun rapi, dalam lafadznya tersusun dengan rincian-rincian ayat, dalam maknanya dijelaskan kisah-kisah, nasehat dan hukum, dan waktu turunnya dalam jangka waktu sesuai kebutuhan dan kemaslahatan. Al-Qur’an ini adalah penjelas yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana dalam menciptakan, mengatur firman, kehendak dan ketentuanNya lagi Maha Mengetahui keadaan dan kebaikan manusia,

Sumber tafsir dari tafsirweb.com